
22 Desember....
Wajah itu tak mungkin aku lupakan seumur hidupku /
Tanpa lelah ia melakukan apa yg bisa ia lakukan /
Demi aku agar bisa tetap tersenyum /
Dalam hatinya hanya sebaris kalimat ini yg ia ucapkan terus menerus /
‘Kamu tidak boleh sedih nak… biarlah ibu yg menanggung kesedihan itu..’ /
Demi aku, ia sudah pertaruhkan segalanya /
Nyawa…. / Harta…. / Harga diri…. / bahkan kehormatan sekalipun /
Tak ada badai yg tak bisa ia tembus /
Kebeningan hatinya melebihi telaga surgawi /
Seribu mataharipun tak akan mampu menandingi sinar kasihnya /
Pengorbanannya adalah setulus-tulusnya pengorbanan /
Dan kelapangan hatinya, luas tujuh samuderapun menjadi tak berarti /
Wajah itu terus aku ingat /
Senandung kawih pengantar tidur itupun tetap aku ingat /
Dan, kata-kata ini…
“…. Atos natepan ?”
“…. Tuang heula atuh.. “
“…. Keun sing sabar.. “
“…. Gusti mah Maha Uninga.. “
Adalah kata-kata terindah yg pernah aku dengar.. /
Ketika ia bersimpuh dalam balutan mukenanya /
Dengarlah apa yg ia sampaikan kepada Sang Maha Kuasa /
“ Tuhanku, sembuhkanlah anakku… gantilah sakitnya dengan sehatku..” /
“ Tuhanku, maafkanlah dosa anakku… biarlah aku yg menanggung hukumanMU..” /
“ Tuhanku, bahagiakanlah anakku… biarlah aku yg menderita menghadapi ujianMU.. “/
Tak kuasa aku melihat wajah itu /
Selalu tersenyum manakala aku menangis /
Selalu menangis manakala aku tersenyum /
Bagimu, wahai sang penjaga tidurku /
Kesederhanaanmu adalah kemewahanmu /
Kesabaranmu adalah kekuatanmu /
Cinta kasihmu adalah kekayaanmu /
Janjiku, aku akan menjadi orang seperti yg engkau inginkan.. !!
( Hatur nuhun MAMAH….. salam baktos ti Aa)
Cikarang, 22 Desember 2009
FM
Catatan :
**
Kupersembahkan tulisan ini untuk Ibu-Ibu di seluruh dunia… ‘Tak ada Ibu yg tak baik’
**
“ Atos natepan ?” = “ sudah shalat ?”
“ Tuang heula atuh “ = “ Makan saja dulu “
“ Keun sing sabar “ = “ Bersabarlah.. “
“ Gusti mah Maha Uninga “ = “ Tuhan Maha Mengetahui “
Hatur nuhun = terima kasih
Salam baktos = sembah bhakti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar